Minggu, 17 Mei 2009

Tujuanku.....

Tujuanku yg sebenarnya ke Kediri tuh utk mondok di Lirboyo sekaligus melanjutkan sekolah di SMA. Kenapa Lirboyo? Bukankah masih banyak pesantren lain yg dekat dengan rumahku di Klaten? Kenapa pula harus bersekolah di Kediri? Bukankah Klaten justru letaknya sangat strategis sebagai kota pendidikan, kan deket Jogja & Solo. Kalo alasan yg valid sih aku juga kurang tahu kenapa aku bisa sampai terdampar di Lirboyo. Tapi yg pasti tujuanku ke sini utk mendalami Ilmu Agama lebih lanjut guna meneruskan perjuangan dalam menegakkan Islam di lingkungan keluargaku. Jadi bukan utk berSMA di sini. Yo intinya mondok sambil sekolah, bukan sekolah sambil mondok. Moga2 aja itu bukan Cuma2 kata yg terucap tok. . .

Perlu diketahui Batur, desa tempat aku tinggal masih sangat kental tradisi Islamnya juga semangat gotong royong & persatuan sangat dijunjung tinggi di sana. Alhamdulillah sampai sekarang pun kondisi seperti itu masih bisa bertahan dengan baik. Lha agar tradisi & nilai2 agama Islam tidak luntur karena derasnya arus perkembangan zaman tentunya membutuhkan kader2 penerusnya. Maka dari itu salah satu -dari banyak- visiku tuh utk menjadi kader penerus bagi masyarakat, minimal di desaku sendiri.

Tak terasa sudah 3 tahun aku menimba Ilmu si Kediri. Dan setelah kuteliti lebih lanjut ternyata apa yg kudapatkan dari sini tuh masih jauh dari standar. Bener! Aku merasa masih ada ruang kosong yg ingin diisi. Tapi aku gak tahu apa itu. Selulus dari SMA kemarin aku sempat bimbang, mau meneruskan kemanakah aku? Tetep mondok atau kuliah? Setelah melalui proses yg panjang dengan dorongan & pertimbangn pihak2 yg penting, aku memutuskan utk tetap di Kediri. Otomatis belum kuliah. Karena dari dulu aku ingin kuliah di Jogja. Kemudian timbul masalah lagi, mau ke madrasah Induk atau tetep di HY? aku kan sudah tamat madrasah Hy, otomatis masuk Tsanawi. Lha yg jadi pertanyaan tuh mau ke Tsanawi Induk atao HY. kalo di HY diusahakan harus bersekolah atau kuliah. Trus kalo di Induk harus bisa lulus ujian masuknya. Untuk bisa masuk ke Induk syaratnya adalah hafal nadzom Alfiyah 350 bait, bisa baca kitab kuning yg gak ada tanda bacanya sama sekali, & lulus tes tertulis. Aku sempet pesimis dengan kemampuanku. Dan ternyata itulah yg membuatku kalah sebelum bertanding. Aku menunda keberangkatanku ke Induk hingga tahun depan. Jadi utk tahun ini aku tetep di HY. Padahal harapan ortu & ustadzku aku harus bisa ke Induk. Tapi sayang negatif thinking tadi membuyarkan rencana beliau2. Makanya buat Kamu yg masih puanjang jalannya, apalagi masih SMA jangan sampai ada perasaan pesimis deh utk meneruskan jalan panjangmu. Rugi & bakal menyesal. Yg penting ”Rencanakan kerjamu & Kerjakan rencanamu”.

Karena masih di HY aku ingin memanfaatkan waktu luang utk ikutan kursus komputer di daerah Kediri. Di induk gak boleh ndobel. Para santri hanya dicekoki ilmu agama tok. Dan finalnya aku positif masuk ke El Rahma. Ada beberapa alasan aku masuk ke sana. Pertama karena biayanya yg relatif lebih murah jika dibandingkan dg Lembaga Pendidikan lainnya & kedua karena kebetulan di sini juga ada temanku, Linda & Nunuk. Aku bener2 gak nyangka bisa kumpul lagi sama mereka.

Wah dari tadi cerita melulu, sampe keterangan madrasah Induknya ketinggalan...

PP Lirboyo mempunyai banyak pondok2 unit. walaupun podoknya banyak ternyata madrasahnya hanya satu, yaituMadrasah Hidayatul Mubtadiien (MHM). Tapi itu secara umum tok. Kalo lebih teliti lagi sebenarnya ada juga madrasah yg lain. Seperti contoh di HY. MHM lebih dikenal madrasah induk. Kurikulum yg digunakan berbeda sekali dengan sekolah2 pada umumnya. Di sini kamu gak akan menemukan pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Matematika, dkk. Di sini hanya fokus di ilmu agama, mulai dari Al Qur’an, Hadits, Aqidah, Akhlak, Fiqih, Nahwu, & Shorof.

Dari pelajaran2 tadi mungkin yg masih asing adalah Nahwu & Shorof. Maklum saja kalo belum pernah balajar bahasa Arab biasanya belum tahu (bukannya nyindir lho...). Nahwu & Shorof adl ilmu Gramatika Bahasa Arab atao lebih tepatnya Sastra Arab, ada juga yg menjulukinya Ilmu ’Alat (kamsudnya alat utk mendalami ilmu2 yg laen). Keduanya merupakan pasangan yg tak dapat dipisahkan. Kalo keterangan dari ustadz2 sih mereka tuh bagai Bapak & Ibu yg menghasilkan ilmu2 baru sebagai anak2 nya. Nahwu mempelajari kaidah2 bahasa Arab dalam segi lafadz per lafadz. Sedangkan Shorof mempelajari kaidah gramatika Arab dari segi huruf per hurufnya. Gampangane ngono. Pesantren2 di seluruh Indonesia hampir semuanya meletakkan Nahwu & Shorof sebagai salah satu pelajaran wajibnya. Makanya biasanya lulusan pesantren tuh di mata orang2 adalah seseorang yg pandai berbahasa Arab, piawai mentranslate lafadz2 Al Qur’an, sampe2 koyo2 santri tanpa bahsa Arab tuh rasanya hambar. Beberapa alasan kenapa bahasa Arab ditetapkan sebagai ilmu wajib tuh antara lain, Al Qur’an diturunkan berbahasa Arab, Nabi SAW sehari2nya berbahasa Arab, hingga kelak di surgapun bahasa yg digunakan adl bahasa Arab. Jadi Maklum kalo para kyai & ulama meletakkan bahasa Arab sebagai ilmu yg wajib dipelajari. Trus apakah kamu gak tertarik tuh mempelajari bahasa Al Qur’an, bahasa Nabi, & bahasa surga? Kalo bisa belajar dong. Masak kalah sama santri. Hehehe

MHM mempunyai jenjang2 sesuai dengan kecakapan santri. Dimulai dari Ibtidaiyyah utk mendalami Ilmu Nahwu Shorof tadi. Setelah itu masuk ke jenjang Tsanawiyyah utk mendalami lebih Ilmu Fiqh dengan berbekal kecakapan Nahwu Shorof tadi. Kan semua pelajaran di MHM memakai kitab2 yg berbahasa Arab. Dan terakhir adalah jenjang ’Aliyyah utk mendalami Ilmu Tauhid & Tasawuf. Jadi kurikulum yg disusun oleh para pendiri madrasah ini tidak cuma asal menyusun. Tentu saja kurikulum pendidikan di Indonesia juga seperti itu. Penuh pertimbangan dari berbagai orang2 penting dlm kancah pendidikan Indonesia.
Sekarang ini aku masih jenjang Tsanawiyyah itupun bukan di MHM. Tapi sebenarnya sama aja kok pelajarannya. Tadi aku sempat bilang kalo syarat masuk Tsanawi induk tuh hafal 350 bait Alfiyah. Tahu gak Alfiyah itu apa? Heheh. Alfiyah itu nama kitab pelajaran di bidang Nahwu & Shorof. Isinya berupa syair sebanyak 1000 bait. Dan itu pas tes akhir setelah khatam harus bisa hafal semua. Mangkanya aku sempet minder waktu diminta masuk ke Induk. Tapi untuk saat ini dengan langkah optimis tahun depan aku harus bisa masuk ke MHM utk memenuhi harapan kedua ortuku. Mohon doanya ya....

Tidak ada komentar: